Nama Lengkap : Soekarno
Alias
: Bung
Karno | Pak Karno
Profesi
: Pahlawan
Nasional
Agama
: Islam
Tempat Lahir : Surabaya,
Jawa Timur
Tanggal Lahir : Kamis,
6 Juni 1901
Warga Negara : Indonesia
Ir. Soekarno atau yang
biasa dipanggil Bung Karno yang lahir di Surabaya, Jawa Timur pada tanggal 6
Juni 1901 dari pasangan Raden Soekemi Sosrodihardjo dengan Ida Ayu Nyoman Rai.
Ayah Soekarno adalah
seorang guru. Raden Soekemi bertemu dengan Ida Ayu ketika dia mengajar di
Sekolah Dasar Pribumi Singaraja, Bali.
Soekarno hanya
menghabiskan sedikit masa kecilnya dengan orangtuanya hingga akhirnya dia
tinggal bersama kakeknya, Raden Hardjokromo di Tulung Agung, Jawa Timur.
Soekarno pertama kali
bersekolah di Tulung Agung hingga akhirnya dia ikut kedua orangtuanya pindah ke
Mojokerto.
Di Mojokerto, ayahnya
memasukan Soekarno ke Eerste Inlandse School. Di tahun 1911, Soekarno
dipindahkan ke Europeesche Lagere School (ELS) untuk memudahkannya diterima di
Hoogere Burger School (HBS).
Setelah lulus pada tahun
1915, Soekarno melanjutkan pendidikannya di HBS, Surabaya, Jawa Timur. Di
Surabaya, Soekarno banyak bertemu dengan para tokoh dari Sarekat Islam,
organisasi yang kala itu dipimpin oleh HOS Tjokroaminoto yang juga memberi
tumpangan ketika Soekarno tinggal di Surabaya.
Dari sinilah, rasa
nasionalisme dari dalam diri Soekarno terus menggelora. Di tahun berikutnya,
Soekarno mulai aktif dalam kegiatan organisasi pemuda Tri Koro Darmo yang
dibentuk sebagai organisasi dari Budi Utomo. Nama organisasi tersebut kemudian
Soekarno ganti menjadi Jong Java (Pemuda Jawa) pada 1918.
Nama :
Letnan Jenderal Anumerta S. Parman
Lahir : Wonosobo, Jawa Tengah, 4 Agustus 1918
Agama : Islam
Pendidikan Umum Terakhir : Sekolah Tinggi Kedokteran (tidak tamat)
Pendidikan Lain : Kenpei Kasya Butai
Pendidikan Tentara : Military Police School, Amerika Serikat.
Pengalaman Pekerjaan : Jawatan Kenpeitai
Karier Militer:
– Tahun 1964, Asisten I Menteri/Panglima Angkatan Darat (Men/Pangad)
– Tahun 1959, Atase Militer RI di London
– Staf di Kementerian Pertahanan
– Maret tahun 1950, Kepala Staf G
– Desember tahun 1949 Kepala Staf Gubernur Militer Jakarta Raya.
– Tahun 1945, Kepala Staf Markas Besar Polisi Tentara (PT) di Yogyakarta
– Tentara Keamanan Rakyat (TKR)
Tanda Penghormatan: Pahlawan Revolusi
Meninggal: Jakarta, 1 Oktober 1965
Dimakamkan: Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta
Lahir : Wonosobo, Jawa Tengah, 4 Agustus 1918
Agama : Islam
Pendidikan Umum Terakhir : Sekolah Tinggi Kedokteran (tidak tamat)
Pendidikan Lain : Kenpei Kasya Butai
Pendidikan Tentara : Military Police School, Amerika Serikat.
Pengalaman Pekerjaan : Jawatan Kenpeitai
Karier Militer:
– Tahun 1964, Asisten I Menteri/Panglima Angkatan Darat (Men/Pangad)
– Tahun 1959, Atase Militer RI di London
– Staf di Kementerian Pertahanan
– Maret tahun 1950, Kepala Staf G
– Desember tahun 1949 Kepala Staf Gubernur Militer Jakarta Raya.
– Tahun 1945, Kepala Staf Markas Besar Polisi Tentara (PT) di Yogyakarta
– Tentara Keamanan Rakyat (TKR)
Tanda Penghormatan: Pahlawan Revolusi
Meninggal: Jakarta, 1 Oktober 1965
Dimakamkan: Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta
Nama
: Kapten Peiere Andreas Tendean
Lahir : Jakarta, 21 Februari 1939
Agama : protestan
Pendidikan Umum :
– SD di Magelang
– SMP B
– SMA B
pendidikan Militer : ATEKAD
Lahir : Jakarta, 21 Februari 1939
Agama : protestan
Pendidikan Umum :
– SD di Magelang
– SMP B
– SMA B
pendidikan Militer : ATEKAD
Karier Militer :
– ikut dalam operasi Sapta Marga di Sumatera Utara. Beliau dilantik sebagai Letda Czi tahun 1962
– Danton Yon Zipur 2/Dam II Bukit Barisan
– Pendidikan Intelijen tahun 1963
– pernah menyusup ke Malaysia masa Dwikora sewaktu bertugas di DIPIAD
– 965 diangkat sebagai Ajudan Menko Hankam/Kasab Jenderal TNI A.H. Nasution ketika pangkatnya masih Letda, kemudian naik menjadi Lettu.
Tanda Penghormatan : Pahlawan Revolusi
Meninggal: Jakarta, 1 Oktober 1965
Dimakamkan : Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta
– ikut dalam operasi Sapta Marga di Sumatera Utara. Beliau dilantik sebagai Letda Czi tahun 1962
– Danton Yon Zipur 2/Dam II Bukit Barisan
– Pendidikan Intelijen tahun 1963
– pernah menyusup ke Malaysia masa Dwikora sewaktu bertugas di DIPIAD
– 965 diangkat sebagai Ajudan Menko Hankam/Kasab Jenderal TNI A.H. Nasution ketika pangkatnya masih Letda, kemudian naik menjadi Lettu.
Tanda Penghormatan : Pahlawan Revolusi
Meninggal: Jakarta, 1 Oktober 1965
Dimakamkan : Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta
Nama : Letnan Jenderal Anumerta Suprapto
Lahir : Purwokerto, 20 Juni 1920
Agama : Islam.
Pendidikan Umum :
– MULO (setingkat SLTP)
– AMS (setingkat SMU) Bagian B di Yogyakarta, tamat tahun 1941
– Kursus Pusat Latihan Pemuda
– Latihan Keibodan, Seinendan, dan Syuisyintai
Lahir : Purwokerto, 20 Juni 1920
Agama : Islam.
Pendidikan Umum :
– MULO (setingkat SLTP)
– AMS (setingkat SMU) Bagian B di Yogyakarta, tamat tahun 1941
– Kursus Pusat Latihan Pemuda
– Latihan Keibodan, Seinendan, dan Syuisyintai
Pendidikan Tentara : Koninklijke Militaire Akademie di Bandung, tapi tidak sampai
tamat.
Pengalaman Pekerjaan : Kantor Pendidikan Masyarakat
Pengalaman Pekerjaan : Kantor Pendidikan Masyarakat
Karier
Militer :
– Deputy II Menteri/ Panglima Angkatan Darat (Men/Pangad), Jakarta
– Deputy Kepala Staf Angkatan Darat untuk Wilayah Sumatera, Medan
– Staf Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta
– Staf Angkatan Darat, Jakarta
– Kepala Staf Tentara & Teritorium (T&T) IV/Diponegoro, Semarang
– Ajudan Panglima Besar Jenderal Sudirman
– Anggota Tentara Keamanan Rakyat di Purwokerto
Tanda Penghormatan : Pahlawan Revolusi
Meningga l: Jakarta, 1 Oktober 1965
Dimakamkan : Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta
– Deputy II Menteri/ Panglima Angkatan Darat (Men/Pangad), Jakarta
– Deputy Kepala Staf Angkatan Darat untuk Wilayah Sumatera, Medan
– Staf Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta
– Staf Angkatan Darat, Jakarta
– Kepala Staf Tentara & Teritorium (T&T) IV/Diponegoro, Semarang
– Ajudan Panglima Besar Jenderal Sudirman
– Anggota Tentara Keamanan Rakyat di Purwokerto
Tanda Penghormatan : Pahlawan Revolusi
Meningga l: Jakarta, 1 Oktober 1965
Dimakamkan : Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta
Nama
: Jenderal TNI Anumerta Achmad Yani
Lahir : Jenar, Purworejo, 19 Juni 1922
Meninggal : Jakarta, 1 Oktober 1965
Dimakamkan : Taman Makam Pahlawan Kalibata
Agama : Islam
Ayah : Sarjo bin Suharyo
Ibu : Murtini
Lahir : Jenar, Purworejo, 19 Juni 1922
Meninggal : Jakarta, 1 Oktober 1965
Dimakamkan : Taman Makam Pahlawan Kalibata
Agama : Islam
Ayah : Sarjo bin Suharyo
Ibu : Murtini
Pendidikan Formal:
– HIS (setingkat S D) Bogor, tamat tahun 1935
– MULO (setingkat S M P) kelas B Afd. Bogor, tamat tahun 1938
– AMS (setingkat S M U) bagian B Afd. Jakarta, berhenti tahun 1940
Pendidikan Militer:
– Pendidikan militer pada Dinas Topografi Militer di Malang
– Pendidikan Heiho di Magelang
– Tentara Pembela Tanah Air (PETA) di Bogor
– Command and General Staf College di Fort Leaven Worth, Kansas, USA, tahun 1955
– Spesial Warfare Course di Inggris, tahun 1956
– HIS (setingkat S D) Bogor, tamat tahun 1935
– MULO (setingkat S M P) kelas B Afd. Bogor, tamat tahun 1938
– AMS (setingkat S M U) bagian B Afd. Jakarta, berhenti tahun 1940
Pendidikan Militer:
– Pendidikan militer pada Dinas Topografi Militer di Malang
– Pendidikan Heiho di Magelang
– Tentara Pembela Tanah Air (PETA) di Bogor
– Command and General Staf College di Fort Leaven Worth, Kansas, USA, tahun 1955
– Spesial Warfare Course di Inggris, tahun 1956
Jabatan
terakhir : Menteri Panglima Angkatan Darat (Men/Pangad) sejak tahun 1962
Bintang Kehormatan:
– Bintang RI Kelas II
– Bintang Sakti
– Bintang Gerilya
Bintang Kehormatan:
– Bintang RI Kelas II
– Bintang Sakti
– Bintang Gerilya
Nama
: Letnan Jenderal Anumerta M.T. Haryono
Lahir : Srabaya, 20 Januari 1924
Agama : Islam
Pendidikan Umum:
– ELS (setingkat Sekolah Dasar)
– HBS (setingkat Sekolah Menengah Umum)
– Ika Dai Gakko (Sekolah Kedokteran masa pendudukan Jepang)
Lahir : Srabaya, 20 Januari 1924
Agama : Islam
Pendidikan Umum:
– ELS (setingkat Sekolah Dasar)
– HBS (setingkat Sekolah Menengah Umum)
– Ika Dai Gakko (Sekolah Kedokteran masa pendudukan Jepang)
Karier
Militer:
– Deputy III Menteri/Panglima Angkatan Darat (Men/Pangad)
– Direktur Intendans Angkatan Darat
– Atase Militer RI di Negara Belanda (tahun 1950)
– Sekretaris Delegasi Militer Indonesia pada Konferensi Meja Bundar (KMB)
– Sekretaris Delegasi RI dalam perundingan dengan Inggris dan Belanda
– Wakil Tetap pada Kementerian Pertahanan Urusan Gencatan Senjata
– Sekretaris Dewan Pertahanan Negara
– Bekerja di Kantor Penghubung
– Masuk Tentara Keamanan Rakyat (TKR)
– Deputy III Menteri/Panglima Angkatan Darat (Men/Pangad)
– Direktur Intendans Angkatan Darat
– Atase Militer RI di Negara Belanda (tahun 1950)
– Sekretaris Delegasi Militer Indonesia pada Konferensi Meja Bundar (KMB)
– Sekretaris Delegasi RI dalam perundingan dengan Inggris dan Belanda
– Wakil Tetap pada Kementerian Pertahanan Urusan Gencatan Senjata
– Sekretaris Dewan Pertahanan Negara
– Bekerja di Kantor Penghubung
– Masuk Tentara Keamanan Rakyat (TKR)
Tanda
Penghormatan : Pahlawan Revolusi
Meninggal : Jakarta, 1 Oktober 1965
Dimakamkan : Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta
Meninggal : Jakarta, 1 Oktober 1965
Dimakamkan : Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta
Nama
: Mayor Jenderal Anumerta Donald Isac Panjaitan
Lahir : Balige, Tapanuli, 9 Juni 1925
Meninggal : Jakarta, 1 Oktober 1965
Dimakamkan : Taman Makam Pahlawan Kalibata
Agama : Kristen
Pendidikan Formal:
– Sekolah Dasar
– Sekolah Menengah Pertama
– Sekolah Menengah Atas
Pendidkan Militer : Latihan Gyugun
Pendidikan Lain:
– Kursus Militer Atase (Milat), tahun 1956
– Associated Command and General Staff College, di Amerika Serikat
Lahir : Balige, Tapanuli, 9 Juni 1925
Meninggal : Jakarta, 1 Oktober 1965
Dimakamkan : Taman Makam Pahlawan Kalibata
Agama : Kristen
Pendidikan Formal:
– Sekolah Dasar
– Sekolah Menengah Pertama
– Sekolah Menengah Atas
Pendidkan Militer : Latihan Gyugun
Pendidikan Lain:
– Kursus Militer Atase (Milat), tahun 1956
– Associated Command and General Staff College, di Amerika Serikat
Karier
Militer:
– Asisten IV Menteri/Panglima Angkatan Darat (Men/Pangad), tahun 1962
– Atase Militer RI di Bonn, Jerman Barat
– Kepala Staf Operasi Tentara dan Teritorium (T&T) II/Sriwijaya di Palembang
– Kepala Staf Operasi Tentara dan Teritorium (T&T) I Bukit Barisan di Medan
– Pimpinan Perbekalan Perjuangan Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI).
Prestasi :
– Salah seorang pembentuk Tentara Keamanan Rakyat (TKR)
– Asisten IV Menteri/Panglima Angkatan Darat (Men/Pangad), tahun 1962
– Atase Militer RI di Bonn, Jerman Barat
– Kepala Staf Operasi Tentara dan Teritorium (T&T) II/Sriwijaya di Palembang
– Kepala Staf Operasi Tentara dan Teritorium (T&T) I Bukit Barisan di Medan
– Pimpinan Perbekalan Perjuangan Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI).
Prestasi :
– Salah seorang pembentuk Tentara Keamanan Rakyat (TKR)
Nama
: Mayjen TNI Anumerta Sutoyo Siswomiharjo
Lahir : Kebumen, 23 Agustus 1922
Gugur : Lubang Buaya, Jakarta, 1 Oktober 1965
Lahir : Kebumen, 23 Agustus 1922
Gugur : Lubang Buaya, Jakarta, 1 Oktober 1965
Agama
: Islam
Tanda Penghormatan : Pahlawan Revolusi
Tanda Penghormatan : Pahlawan Revolusi
Pendidikan:
– HIS di Semarang
– AMS tahun 1942 di Semarang
– Balai Pendidikan Pegawai Negeri di Jakarta.
– HIS di Semarang
– AMS tahun 1942 di Semarang
– Balai Pendidikan Pegawai Negeri di Jakarta.
Karir:
– Pegawai Menengah/III di Kabupaten Purworejo
– Kepala Organisasi Resimen II PT (Polisi Tentara) Purworejo dengan pangkat Kapten (1946)
– Kepala Staf CPMD Yogyakarta (1948-1949)
– Komandan Batalyon I CPM (1950)
– Danyon V CPM (1951)
– Kepala Staf MBPM (1954)
– Pamen diperbantukan SUAD I dengan pangkat Letkol (1955-1956)
– Asisten ATMIL di London (1956)
– Pendidikan Kursus “C” Seskoad (1960)
– 1961 naik pangkat menjadi Kolonel dan menjabat sebagai IRKEHAD dan tahun 1964 naik pangkat menjadi Brigjen
– Pegawai Menengah/III di Kabupaten Purworejo
– Kepala Organisasi Resimen II PT (Polisi Tentara) Purworejo dengan pangkat Kapten (1946)
– Kepala Staf CPMD Yogyakarta (1948-1949)
– Komandan Batalyon I CPM (1950)
– Danyon V CPM (1951)
– Kepala Staf MBPM (1954)
– Pamen diperbantukan SUAD I dengan pangkat Letkol (1955-1956)
– Asisten ATMIL di London (1956)
– Pendidikan Kursus “C” Seskoad (1960)
– 1961 naik pangkat menjadi Kolonel dan menjabat sebagai IRKEHAD dan tahun 1964 naik pangkat menjadi Brigjen
Nama Lengkap
: Ki Hajar Dewantara
Alias
: Raden Mas Soewardi Soerjaningrat
Profesi
: Tokoh Pendidikan
Agama
: Islam
Tempat Lahir
: Yogyakarta
Tanggal Lahir
: Kamis, 2 Mei 1889
Zodiac
: Taurus
Warga Negara
: Indonesia
Istri : Nyi Sutartinah
Tokoh berikut ini dikenal sebagai pelopor
pendidikan untuk masyarakat pribumi di Indonesia ketika masih dalam masa
penjajahan Kolonial Belanda. Mengenai profil Ki Hajar Dewantara sendiri, beliau
terlahir dengan nama Raden Mas Soewardi Soerjaningrat yang kemudian kita kenal
sebagai Ki Hadjar Dewantara. Beliau sendiri lahir di Kota Yogyakarta, pada
tanggal 2 Mei 1889, Hari kelahirannya kemudian diperingati setiap tahun oleh
Bangsa Indonesia sebagai Hari Pendidikan Nasional. Beliau sendiri terlahir dari
keluarga Bangsawan, ia merupakan anak dari GPH Soerjaningrat, yang merupakan
cucu dari Pakualam III. Terlahir sebagai bangsawan maka beliau berhak
memperoleh pendidikan untuk para kaum bangsawan.
Nama Lengkap : Raden
Ajeng Kartini
Alias : R.A Kartini | Kartini
Tanggal Lahir : Jepara 21 April 1879
Tempat Lahir : Jepara, Jawa Tengah
Ayah : Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat
Ibu : M.A Ngasirah
Suami : K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat
Anak : Raden Mas Soesalit
Wafat : 17 september 1904
Alias : R.A Kartini | Kartini
Tanggal Lahir : Jepara 21 April 1879
Tempat Lahir : Jepara, Jawa Tengah
Ayah : Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat
Ibu : M.A Ngasirah
Suami : K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat
Anak : Raden Mas Soesalit
Wafat : 17 september 1904
Raden Adjeng Kartiniatau Raden Ayu Kartini lahir di Jepara, Jawa
Tengah pada 21 April 1879 – meninggal di Rembang, Jawa Tengah, 17 September
1904 pada umur 25 tahun adalah seorang tokoh suku Jawa dan Pahlawan Nasional
Indonesia. Kartini dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi.
Anak ke-5 dari 11 bersaudara ini adalah
sosok wanita yang sangat antusias dengan pendidikan dan ilmu pengetahuan.
Kartini sangat gemar membaca dan menulis, tapi orang tuanya mengharuskan
Kartini menimba ilmu hanya sampai sekolah dasar karena harus dipingit. Karena
tekad bulat kartini untuk mencapai cita citanya, Kartini mulai mengembangkan
dengan belajar menulis dan membaca bersama teman sesama perempuannya, saat itu
juga Kartini juga belajar bahasa Belanda.
Nama Lengkap : Kapitan
Pattimura
Alias
: Pattimura
| Thomas Matulessy
Profesi
: Pahlawan
Nasional
Agama : Islam
Tempat Lahir : Hualoy,
Hualoy, Seram Selatan, Maluku
Tanggal Lahir : Minggu, 8 Juni 1783
Warga Negara : Indonesia
Biografi Kapitan Pattimura. Beliau merupakan salah satu pahlawan nasional yang sangat
gigih melawan penjajah Belanda. Mengenai profil Pattimura, Beliau memiliki nama
asli Thomas Matulessy ada juga yang mengatakan nama aslinya adalah Ahmad Lussy,
beliau lahir di Hualoy, Seram Selatan, Maluku pada tanggal 8 Juni 1783. Beliau
meninggal di Ambon, Maluku, 16 Desember 1817 pada umur 34 tahun. Ia adalah
putra Frans Matulesi dengan Fransina Silahoi. Adapun dalam buku biografi
Pattimura versi pemerintah yang pertama kali terbit, M Sapija menulis, "Bahwa pahlawan Pattimura tergolong turunan bangsawan dan berasal
dari Nusa Ina (Seram). Ayah beliau yang bernama Antoni Mattulessy adalah anak
dari Kasimiliali Pattimura Mattulessy. Yang terakhir ini adalah putra raja
Sahulau. Sahulau merupakan nama orang di negeri yang terletak dalam sebuah
teluk di Seram Selatan".
Nama
Lengkap : Mohammad Hatta
Alias : Bung Hatta
Profesi : Pahlawan Nasional
Agama : Islam
Tempat
Lahir : Bukittinggi, Sumatera Barat
Tanggal
Lahir : Selasa, 12 Agustus 1902
Hobby : Membaca | Menulis
Warga
Negara : Indonesia
Dr. H. Mohammad Hatta
lahir di Bukittinggi, 12 Agustus 1902. Pria yang akrab disapa dengan sebutan
Bung Hatta ini merupakan pejuang kemerdekaan RI yang kerap disandingkan dengan
Soekarno. Tak hanya sebagai pejuang kemerdekaan, Bung Hatta juga dikenal
sebagai seorang organisatoris, aktivis partai politik, negarawan, proklamator,
pelopor koperasi, dan seorang wakil presiden pertama di Indonesia.
Kiprahnya di bidang
politik dimulai saat ia terpilih menjadi bendahara Jong Sumatranen Bond wilayah
Padang pada tahun 1916. Pengetahuan politiknya berkembang dengan cepat saat
Hatta sering menghadiri berbagai ceramah dan pertemuan-pertemuan politik.
Secara berkelanjutan, Hatta melanjutkan kiprahnya terjun di dunia
politik.
Sampai pada tahun 1921
Hatta menetap di Rotterdam, Belanda dan bergabung dengan sebuah perkumpulan
pelajar tanah air yang ada di Belanda, Indische Vereeniging. Mulanya,
organisasi tersebut hanyalah merupakan organisasi perkumpulan bagi pelajar,
namun segera berubah menjadi organisasi pergerakan kemerdekaan saat tiga tokoh
Indische Partij (Suwardi Suryaningrat, Douwes Dekker, dan Tjipto Mangunkusumu)
bergabung dengan Indische Vereeniging yang kemudian berubah nama menjadi
Perhimpunan Indonesia (PI).
Pangeran
Diponegoro lahir di Yogyakarta, 11 November 1785. Pangeran Diponegoro
terkenal karena memimpin Perang Diponegoro/Perang Jawa (1825-1830) melawan
pemerintah Hindia-Belanda. Perang tersebut tercatat sebagai perang dengan
korban paling besar dalam sejarah Indonesia.
Perang Diponegoro berawal
saat pihak Belanda memasang patok di tanah milik Diponegoro di desa
Tegalrejo. Beliau muak dengan kelakuan Belanda yang tidak mau menghargai adat
istiadat masyarakat setempat dan juga mengeksploitasi rakyat dengan pembebanan
pajak.
Sikap Diponegoro yang
menentang Belanda secara terbuka, mendapat simpati dan dukungan rakyat. Atas
saran Pangeran Mangkubumi, pamannya, Diponegoro menyingkir dari
Tegalrejo, dan membuat markas di sebuah goa yang bernama Goa
Selarong. Saat itu, Diponegoro menyatakan bahwa
perlawanannya adalah perang sabil, perlawanan menghadapi kaum kafir.
Semangat "perang sabil" yang dikobarkan Diponegoro membawa pengaruh
luas hingga ke wilayah Pacitan dan Kedu. Salah seorang tokoh agama di
Surakarta, Kyai Maja, ikut bergabung dengan pasukan Diponegoro di Goa
Selarong.Perjuangan Pangeran Diponegoro ini didukung oleh
S.I.S.K.S. Pakubuwono VI dan Raden Tumenggung Prawirodigdaya
Bupati Gagatan.
Nama Lengkap
: Soedirman
Profesi
: Pahlawan Nasional
Agama
: Islam
Tempat Lahir
: Desa Bodas Karangjati, Purbalingga, Jawa
Tengah
Tanggal Lahir
: Senin, 24 Januari 1916
Zodiac
: Aquarius
Warga Negara
: Indonesia
Pada zaman penjajahan
Jepang , Soedirman bergabung dengan tentara Pembela Tanah Air (Peta) di Bogor.
Pasca Indonesia merdeka dari penjajahan Jepang, ia berhasil merebut senjata
pasukan Jepang di Banyumas. Kemudian beliau diangkat menjadi Komandan Batalyon
di Kroya setelah menyelesaikan pendidikannya. Ia lalu menjadi Panglima Divisi
V/Banyumas sesudah TKR (Tentara Keamanan Rakyat) terbentuk, dan akhirnya
terpilih menjadi Panglima Angkatan Perang Republik Indonesia (Panglima TNI).
Perang Palagan Ambarawa melawan pasukan Inggris dan NICA Belanda dari bulan
November sampai Desember 1945 adalah perang besar pertama yang ia pimpin.
Karena ia berhasil memperoleh kemenangan pada pertempuran ini, Presiden
Soekarno pun melantiknya sebagai Jenderal.
Soedirman meninggal
pada tanggal 29 Januari 1950 karena penyakit tuberkulosis parah yang ia derita.
Jenazahnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kusuma Negara di Semaki,
Yogyakarta. Pada tahun 1997 ia dianugerahi gelar sebagai Jenderal Besar
Anumerta dengan bintang lima, pangkat yang hanya dimiliki oleh tiga jenderal di
RI sampai sekarang.





